Thursday, October 16, 2008

hari ini bersama saya

Hari ini meeting mulu. Tadi jam 10 lewat, si Dolly udah absen ke kantor ngajakin meeting redaksi. Padahal, baru aja saya naro pantat di kursi kerja setelah sebelumnya sarapan di warung Aa. “Sial” umpat saya begitu si senior editor menghampiri meja saya sambil nyeletuk “Bok, meetingnya jadi kan? Yuuk” . iiihhh, rese deh, saya baru duduk, belum nyiapin apa-apa.


Tema edisi Desember nggak terlalu bikin saya semangat. Biasa aja. Ide-ide yang keluar pun jadi seadanya aja. Tapi yang menarik perhatian saya dari rapat kali ini adalah adanya perombakan struktur redaksi. dua anak magang yang biasa membantu kita sengaja nggak diperpanjang kontraknya. Selain tenaga mereka nggak terlalu dibutuhkan, majalah ini emang butuh orang-orang baru untuk merangsang adanya proses kreatif yang lebih dinamis. *halah, bahasanya!* Saya agak kasihan juga sama si Fiona, karena tempo hari dia mau memperpanjang kontrak sampai Januari tahun depan. Btw, mulai November bulan depan si Sarah bakal diangkat jadi reporter. Begitu pun si Sienni, anak magang ‘abadi’ itu akhirnya bergabung juga di tim ini.


Selesai meeting redaksi, saya lanjut ke Sumo Sushi. Di sana saya & anak MarComm ketemu sama mas Widie untuk ngomongin konsep event yang bakal kita adain bulan depan. Sebagai penggemar baru sushi, saya cukup exited nih untuk bikin acara ini (baca: workshop bikin sushi). Dan serunya, di acara ini saya jadi PIC. Hhmmm, sepertinya bakal menyenangkan. Ditambah lagi sebagai PR, mas Widie sangat menarik.


Balik lagi ke kantor berharap bisa mengerjakan sesuatu, tapi nyatanya malah browsing sana-sini. Dasar magabut.


Btw, si fadly hari ini ulang tahun and i didn’t notice. Sampai si Sonya bilang “abang lo di depan tuh. Gue baru aja ngucapin selamat ultah.” Hah? Tuh anak ulang tahun? Saya langsung ke depan ngucapin selamat. Hm, entah perasaan aja atau apa, tapi saya lihat mukanya merah dan matanya rada berkaca-kaca. Ah, padahal ucapan dari saya nggak segitu dramatisnya juga kok.


Pulang ke rumah jam delapan lewat. Di jalan Ega telpon. Kali ini saya angkat. Yaa, biasalah ngobrol ngalor-ngidul soal kegiatan saya yang biasanya dia seling dengan kalimat “wah, hebat ya..” atau “ih, meni keren.” Saya sempat kasihan juga sama dia. Sejak masuk Akademi Penerbangan, makanan sehari-harinya adalah push up. Dan pas saya tanya soal pemukulan, dia setengah mati mengelak. But i’m not buying it. Saya tahu dia juga dipukulin, meski dia bilang “nggak kaya di IPDN lah. Lagian itu juga dilakukan pasa saat badan kita prima.” Alah, alasan! Yang tahu badan prima atau enggak kan yang dipukulin bukan yang mukul. Huh, bisa-bisa dia aja cari pembenaran dan nutup-nutupin. Jadi bete, karena budaya jelek ‘IPDN’ masih berlanjut di berbagai institusi pendidikan.


Wednesday, October 15, 2008

Surat terakhir

Tak pernah terbayangkan olehku menulis perasaan tentangmu untuk terakhir kalinya. Tak sedikit pun terbersit di benakku kita akan berpisah. Karena dalam mimpiku. kita akan selalu bersama. Meraih cita, membesarkan anak-anak, hingga menikmati hari tua kita di sebuah desa. Kamu sibuk merakit mainanmu sendiri dan aku, memetik selada, tomat dan sayuran lain di belakang rumah kecil kita.

Janjiku tak akan pernah berubah. Aku akan selalu menemanimu, di sampingmu, sambil menggenggam tanganmu. Seolah tak peduli seisi dunia ini menentangmu, aku selalu bersama.

Satu harapanku. Kamu selalu ada di sisiku, mencintaiku, menjagaku sampai kau melihat jelas semua keriput di wajah ini dan hingga aku memapahmu berjalan karena umur perlahan menggerogoti tulang kita.

Kamu pernah menjadi segalanya, memberikan perasaan terbaik dalam hidupku. Kehilanganmu mungkin adalah kekalahan terbesar. Sungguh pun aku dapat mengulang segalanya, aku tak akan mengulang cerita yang sama tentang kita. Dan berharap ada akhir lebih baik dari ini.

Tuesday, October 14, 2008

welcome back

hey. i'm back.

banyak yang pengen gue ceritain. tapi setelah selesaiin beberapa tulisan ya. di kantor lagi deadline. so i have to stay focus on this things, before i turn my attention to you. sabar ya.

evi

Wednesday, August 13, 2008

ngungsi bentar

Bo, untuk sementara tulisan saya ngungsi bentar ke blog sebelah. Ntar balik lagi, nggak lama kok. Kenapa? Biasalaaahh, ada bisnis penting yang perlu saya garap di sana. *haha, macam sawah aja digarap*

ya, pokoknya gitulah.

Tuesday, August 12, 2008

Bersyukur yuuuukkss...

Nggak pengen panjang-panjang deh ya. Cuma pengen bilang aja, kalau wise words yang beredar di kalangan masyarakat luas itu ada benarnya.

"Rumput tetangga itu selalu lebih hijau dari pekarangan sendiri." Jelas, wong kita 'tanah' tetangga sama tanah kita aja beda. Belum lagi cara masing-masing orang 'merawatnya', jadi wajar aja kalau milik orang lain itu selalu terlihat 'lebih' dibanding punya kita. Poin yang saya ambil sih sebenarnya Tuhan mau kita bersyukur sama apa yang kita punya. Hidup, pekerjaan, pacar , dll. Coba deh pikir, dibanding mengeluh, manusia itu jarang banget bersyukur. Justru lebih sering menyesal ketika sesuatu itu udah pergi. Nah, untuk itu hari ini saya mau ngajak kalian bersyukur dan berterima kasih sama apa yang kita punya. Oke, saya dulu deh.
  1. Saya bersyukur pagi ini bisa bangun pagi walaupun kereta (lagi-lagi) telat.
  2. ...bisa ketemu Ayah-Ibu walau salah satu dari mereka ngambek sama saya
  3. ...masih punya pacar sebagai teman berbagi suka-duka walau diantara kami masih banyak yang perlu 'dibenahi' sebelum melangkah lebih jauh lagi.
  4. ...masih bisa bekerja dengan penghasilan pas-pasan yang cukup untuk hidup diri sendiri tanpa ikut terbujuk rayuan teman untuk berhedonis ria. *teteup biar gaji kecil tapi bersyukur*
  5. ...untuk badan yang masih fit setelah beberapa hari terakhir dihajar masalah yang membebani pikiran dan menguras air mata saya.
  6. ...untuk rasa bosan yang datang tiba-tiba, dan membuat saya termotivasi untuk berkembang
  7. ...untuk cobaan hidup karena dengan begitu saya bisa belajar jadi manusia lebih baik untuk orang lain.
  8. ...untuk teman setia yang selalu punya kuping ganda untuk saya berkeluh kesah tentang hidup ini
  9. ...untuk mba Eg's dengan segala solusi dan prediksinya
  10. ...untuk Tante sebelah yang udah kasih kaos baru oleh-oleh dari Bandung *horeeee, punya baju baru*
  11. ...untuk Facebook, and also Friendster that tell everything that people don't. *SADIISSS!!*
  12. ...untuk Raditya Dika yang minta endorsement saya buat komik barunya *hehehe... nebeng tenar nihh*
  13. ...untuk tawaran (lagi) bikin buku dari seorang teman lama yang selalu bikin suprise.
  14. ...untuk mba Jess atas petuah-petuah bijaknya disela-sela canda dan tawa *halah*
  15. ...Dan syukron katsiran buat Allah yang selalu ada di hati dan memberikan sentilan-sentilan ketika saya berbuat dosa.
tuh kan, kalau saya mau ingat lagi, pasti ada puluhan bahkan ratusan hal untuk bersyukur. Tapi yaaa.. namanya juga manusia, kadang saya juga lupa untuk bersyukur dan bilang terima kasih. Hayo, sekarang saya mau kamu juga mengingat hal baik dan buruk untuk disyukuri. Yuuuukk...

Monday, August 11, 2008

"mengejar mimpi lama"



20.09
Baru aja saya lihat video application di Facebook. Nggak sengaja saya nemuin farewell video Nna dan Nissa. Mereka senior saya jaman menuntut ilmu di kampus 'sejuta seleb' itu. Lama juga saya nggak ketemu mereka. Terakhir kali juga lewat kecanggihan teknologi bernama Yahoo Messenger. Waktu itu kita memang nggak sempat ngobrol panjang lebar. Hanya sebatas 'say hi' dan berencana buat 'ngopi-ngopi cantik'. Tapi belum kesampaian kumpul bareng, mereka sudah terbang ke Hongkong. Pas ditanya ngapain, "mengejar MIMPI lama" katanya.

Lalu saya tersentil untuk mengingat semua mimpi-mimpi saya. Ya, mimpi yang sama dengan Nna dan Nissa. Tanpa terasa saya tinggalkan itu semua untuk hal lain (yang menurut saya lebih penting). Setelah melihat lambaian dua teman saya di bandara, entah kenapa keinginan 'mengejar mimpi' itu datang lagi. Kali ini lebih membara dari sebelumnya.

Ppffhh... hidup itu sungguh unpredictable. Nggak bisa diduga apa yang terjadi di dalamnya. kadang kita dengan rela mengorbankan mimpi dan 'terbangun' oleh waktu yang telah menggilas umur dengan perjalanan hidup. Lalu sadar bahwa mimpi masa muda hilang begitu saja dilumat oleh waktu dan perjalanan hidup.

Mudah-mudahan saya belum terlambat untuk mengjar mimpi dan membawanya pergi dari gilasan umur. Suatu saat nanti, saya ingin mati dengan tersenyum karena tak satu pun mimpi yang terlewatkan semasa hidup. Hyyyeeeaaaaaah!!

to: Nna & Nissa
"Nna, Nissa, gue mau nyusul kalian!!"
Aku ber-Tuhan hanya di bibir, bukan di hati, dan belum di perilaku kami.
Aku beriman hanya di mulut, belum di hati, dan bukan di tutur kata kami.
Aku bertasbih baru di mulut, belum di jiwa dan raga kami.
Maka kemana kami layak dan hendak pergi? Poros terus berputar dan berevolusi. Konon juga bertasbih, tunduk pada hukum-Nya.

Subhana Rabbial 'azhimi wabihamdih. Walahaula walaquwata ila billahil 'aliyil 'adzim. Shalom.

(frm DN, July 18)

Thursday, July 10, 2008

love is about accepting

Sejak jaman cinta cuma punya monyet, gue sering banget denger ungkapan "...nerima apa adanya..."

As I grown up, ungkapan itu sekedar ucapan pacar ke pasangan atau curhatan seseorang ke sahabatnya. Karena in real life, gak gampang nerima orang apa adanya. Selalu ada sesuatu yang kita harapkan berubah.
"km tuh harusnya gini..."
"km tuh jangan begitu..."
"kalo pacaran sama aku kamu mesti bla..bla.bla.."
...dan seribu-ribu tuntutan lainnya.

Dan rasanya kok jarang ya ada yang nerimo literally 'nerimo'. Kalo emang mau, ya harus terima satu paket dong, baik-baiknya dan jelek-jeleknya. Seberapa tempramennya dia kalo marah, seberapa jeleknya dia kalo lagi tidur, seberapa egoisnya dia kalo lagi berdebat, just when you say yes to the commitment, you have to accept all of him/her.


Then i met Bowo. We have known each other like more than 3 years. And i learn how to accepting from him. We had like a huge fight once, then we broke up. Soon as we made up, he told me this
"stay the way you are, i'll take you just the way you are. And please, don't change because i love you of who you."
since that statement, no matter how huge our fight is or how heart breakin' his yell when he mad, he never want me to change. He just want me, me with my stubborn, me with my stupid logical thinking, me with my 'ambekan' mode that always ON. Hehe..

I love you, Bowo. Always have, always will
Even i'm not good in that 'accepting' things like you are, please believe that i do try (hard) and learn (a lot).